Dari sisi permasalahan teman saya
ini, saya jadi berpikir apa kesulitan murid-murid yang harus dibimbing ini
karena kesulitan mereka membaca dan menulis atau karena memang sulit mengerti
materinya?
Jika masalahnya ada pada
kemampuan membaca dan menulisnya, maka, temanku, yang harus dilakukan adalah
mengejar level kefasihan membaca dan menulisnya. Ada beberapa hal yang mungkin
dilakukan :
1. Memberi
tambahan dalam waktu sekolah. Karena tidak memungkinkan memberi program
penyelarasan (‘bridging’) diluar waktu sekolah, lakukan saja ketika waktu sekolah. Bisa dengan
memberi tambahan di jam-jam pelajaran muatan lokal sekolah dengan meminta ijin
pada gurunya. Murid-murid ini kemudian di-drill kemampuan membaca dan
menulisnya. Atau meminta 5 menit dari waktu istirahat atau waktu bebasnya untuk
pergi ke ruang guru, menemui wali kelas dan membaca keras beberapa halaman buku
cerita.
Guru harus
mencari metode yang terbaik dalam membangkitkan semangat membaca dan menulis
anak.
Cara-caranya
bisa dengan :
·
Coba metode seperti iqra’ dimana anak tidak
diajarkan mengeja tetapi langsung menyebutkan per suku kata. Tulis dengan
spidol berwarna beda setiap suku kata. Contoh :
sandal
·
Dengan flash card bergambar. Jadi anak cepat
mengerti bentuk tulisan dan bunyinya. Memiliki flash card bisa digunakan dalam
berbagai permainan. Seperti mencocokkan gambar dan tulisan atau meminta anak
menulis benda apa yang terdapat di kartu.
·
Untuk menulis, bisa dengan meminta anak menulis
di kartu pos bergambar, katakan itu untuk dikirimkan ke neneknya. Atau mengisi
kartu anggota untuk jadi Fans Club Cherrybelle.
·
Memberikannya cerita pendek untuk dibacakan dengan
keras dan mintalah untuk dibawa pulang. Minta murid untuk membaca dengan orang
tuanya. Keesokan harinya, ajukan pertanyaan tertulis tentang buku tersebut.
Anak bisa menjawab secara oral atau tulisan.
·
Mintalah anak membawa foto liburannya. Buatlah
album kenangan dengan menempelkan foto dan ia menuliskan apa yang ia alami
disana.
2.
Memberi anak tambahan tugas membaca dan menulis
yang tidak begitu memberatkan. Bisa dengan :
·
Meminta anak menulis kartu ulang tahun untuk
temannya
·
Memberi anak kartu-kartu yang berisi suku kata,
bisa sekitar 5-6 kartu. Suku katanya yang mudah digabung untuk jadi kata-kata.
Seperti san, ka, dal, pe, dan nya. Minta ia bermain menggabungkan suku kata itu
dan menuliskan atau menunjukkan keesokan harinya pada gurunya berapa kata yang sudah
berhasil ia dapat.
·
Memintanya menuliskan 5 benda yang ia sukai di
rumah/ 5 benda yang bisa ia lihat di kulkas rumahnya/ 5 binatang yang bisa ia
lihat di taman / dll.
3.
Menuliskan kata-kata kunci di awal pembelajaran,
sehingga murid bisa lebih lancar mengikuti dan memahami apa yang guru berikan.
4.
Bekerja sama dengan orang tua. Dalam hal ini,
guru harus bisa mengkomunikasikan secara gambling bagaimana kemampuan anaknya,
serta program yang ingin dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan membaca
dan menulisnya. Setelah itu, mintalah mereka untuk meluangkan sedikit waktu
untuk membantu program ini, bisa dengan :
·
Meminta mereka menempelkan kartu-kartu kata di
benda-benda sekitar rumah. 10 benda saja. Lalu setiap mereka melewati benda
tersebut dengan anaknya, bersama-sama menyebutkan nama benda sambil menunjuk.
pintu
Ketika anak sudah lancar, kartu itu diganti dengan kartu-kartu yang lain
untuk benda-benda yang lain pula.
·
Meluangkan waktu atau meminta pendamping anak
membacakan cerita sambil menunjuk kata-katanya. Setiap hari dalam waktu yang
singkat. Jadi ceritanya, cerita pendek saja.
·
Meminta anak menulis sebagian pesanan makanan
ketika makan di luar. Misal minumannya saja.
·
Ayah mengajak anak membuat kartu untuk Bunda,
bekerja sama dengan si anak.
·
Menunjuk kata-kata ketika berjalan-jalan diluar
dan meminta anak membacanya, tetapi dengan sikap membimbing dan jangan
memarahi.
Dengan meningkatkan kemampuan membaca dan menulisnya, ia
bisa lebih mengerti pelajarannya dan meningkatkan kemampuannya di kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar