What We Do

What We Do

Minggu, 30 September 2012

Kelas 1 Baru, New School, Whole New Experience


Saya selalu salut dengan guru kelas 1, karena mereka memegang beban terberat dibanding guru yang di kelas-kelas selanjutnya. Banyak sekali yang harus mereka ajarkan pada muridnya. Tetapi menurut saya yang terpenting adalah adaptasi dan pembiasaan. Murid-murid yang baru keluar dari TK yang penuh keceriaan dan main-main dihadapkan pada situasi dan aturan yang berbeda.
Bayangkan ketika tiba-tiba Anda ditugaskan ke negeri antah berantah yang segalanya sama sekali berbeda dari Indonesia dan Anda diminta berangkat sesegera mungkin. Begitu pesawat mendarat, telpon Anda berbunyi dari kantor tempat Anda bekerja, meminta Anda untuk langsung mengisi posisi. Dengan bahasa yang asing, budaya yang baru, dan teman kerja yang tidak Anda kenal, bayangkan betapa susahnya keadaan ini. Dan bayangkan hal itu terjadi pada anak umur 6 tahun!!!!
A good friend of mine, a very experienced first grade teacher said : satu bulan pertama adalah masa penting untuk membentuk suasana kelas satu tahun ke depan. Bulan pertama di sekolah bukanlah harus dijejali oleh pelajaran-pelajaran yang mereka sendiri tidak pernah bertemu sebelumnya (‘apa itu IPS?’ ‘apa bedanya sama IPA?’). Akan sangat menyenangkan baik bagi murid maupun gurunya jika dalam satu bulan diisi dengan perkenalan dan adaptasi. Hey, anak ini akan menghabiskan paling tidak 6 tahun di sekolah yang sama. Apa ‘membosankan’ ‘melelahkan’ dan ‘membingungkan’ merupakan kesan pertama yang bagus?? No way, man!
Satu bulan pertama bisa diisi dengan:
·         mendekatkan murid dengan gurunya, dengan teman-temannya, dan dengan lingkungan sekolahnya. Wali kelas mutlak wajib kudu mendapatkan kepercayaan penuh dari seluruh murid di kelasnya. Dan kepercayaan ini tidak dapat diminta begitu saja, tetapi murid akan memberika secara sukarela ketika dia melihat sosok wali muridnya ternyata adalah sosok yang percaya pada kemampuannya, yang ingin melihatnya berkembang, pihak yang bisa dia ajak bicara.
·         Memberi kebebasan mereka untuk bercerita tentang keluarga, kegiatan liburannya, atau kegiatan yang disenanginya. Kalau mereka diberi ruangan untuk berekspresi, mereka akan merasa diterima sebagai individu yang unik.
·         Memperkenalkan aturan-aturan yang terdapat dalam kelas, apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Hal ini dilakukan dengan penuh afeksi, bukan represif. Memberi tahu dengan jelas apa konsekuensi dan reward yang bisa mereka dapat sebagi akibat dari perlakuan mereka. Yang perlu ditekankan adalah guru harus member alasan setiap ada kejadian yang membuat guru marah. Bukan marah-marah yang tidak jelas juntrungannya.
·         Memperkenalkan mereka pada macam-macam tes yang mungkin mereka nanti hadapi seperti pilihan ganda, mengisi titik-titik, dan mencocokkan jawaban dan soal.
·         Membuat tiap perkenalan bidang studi menjadi sesuatu yang menarik dan akhirnya mereka setuju bahwa bidang itu penting untuk dipelajari. Misalnya, PKn disamakan seperti memperkenalkan aturan dalam kelas. Tanyakan bagaimana kalau kelas tidak ada aturannya, pasti kacau. Hal-hal seperti ini yang akan mereka pelajari nantinya.
·         Dan banyak aktivitas yang guru bisa berika secara menyenangkan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar