Saya selalu salut dengan guru kelas 1, karena mereka
memegang beban terberat dibanding guru yang di kelas-kelas selanjutnya. Banyak
sekali yang harus mereka ajarkan pada muridnya. Tetapi menurut saya yang terpenting
adalah adaptasi dan pembiasaan. Murid-murid yang baru keluar dari TK yang penuh
keceriaan dan main-main dihadapkan pada situasi dan aturan yang berbeda.
Bayangkan ketika tiba-tiba Anda ditugaskan ke negeri antah
berantah yang segalanya sama sekali berbeda dari Indonesia dan Anda diminta
berangkat sesegera mungkin. Begitu pesawat mendarat, telpon Anda berbunyi dari
kantor tempat Anda bekerja, meminta Anda untuk langsung mengisi posisi. Dengan
bahasa yang asing, budaya yang baru, dan teman kerja yang tidak Anda kenal,
bayangkan betapa susahnya keadaan ini. Dan bayangkan hal itu terjadi pada anak
umur 6 tahun!!!!
A good friend of mine, a very experienced first grade
teacher said : satu bulan pertama adalah masa penting untuk membentuk suasana
kelas satu tahun ke depan. Bulan pertama di sekolah bukanlah harus dijejali
oleh pelajaran-pelajaran yang mereka sendiri tidak pernah bertemu sebelumnya (‘apa
itu IPS?’ ‘apa bedanya sama IPA?’). Akan sangat menyenangkan baik bagi murid
maupun gurunya jika dalam satu bulan diisi dengan perkenalan dan adaptasi. Hey,
anak ini akan menghabiskan paling tidak 6 tahun di sekolah yang sama. Apa ‘membosankan’
‘melelahkan’ dan ‘membingungkan’ merupakan kesan pertama yang bagus?? No way,
man!
Satu bulan pertama bisa diisi dengan:
·
mendekatkan murid dengan gurunya, dengan
teman-temannya, dan dengan lingkungan sekolahnya. Wali kelas mutlak wajib kudu
mendapatkan kepercayaan penuh dari seluruh murid di kelasnya. Dan kepercayaan
ini tidak dapat diminta begitu saja, tetapi murid akan memberika secara
sukarela ketika dia melihat sosok wali muridnya ternyata adalah sosok yang
percaya pada kemampuannya, yang ingin melihatnya berkembang, pihak yang bisa
dia ajak bicara.
·
Memberi kebebasan mereka untuk bercerita tentang
keluarga, kegiatan liburannya, atau kegiatan yang disenanginya. Kalau mereka
diberi ruangan untuk berekspresi, mereka akan merasa diterima sebagai individu
yang unik.
·
Memperkenalkan aturan-aturan yang terdapat dalam
kelas, apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Hal ini dilakukan dengan
penuh afeksi, bukan represif. Memberi tahu dengan jelas apa konsekuensi dan
reward yang bisa mereka dapat sebagi akibat dari perlakuan mereka. Yang perlu
ditekankan adalah guru harus member alasan setiap ada kejadian yang membuat
guru marah. Bukan marah-marah yang tidak jelas juntrungannya.
·
Memperkenalkan mereka pada macam-macam tes yang
mungkin mereka nanti hadapi seperti pilihan ganda, mengisi titik-titik, dan
mencocokkan jawaban dan soal.
·
Membuat tiap perkenalan bidang studi menjadi
sesuatu yang menarik dan akhirnya mereka setuju bahwa bidang itu penting untuk
dipelajari. Misalnya, PKn disamakan seperti memperkenalkan aturan dalam kelas. Tanyakan
bagaimana kalau kelas tidak ada aturannya, pasti kacau. Hal-hal seperti ini
yang akan mereka pelajari nantinya.
·
Dan banyak aktivitas yang guru bisa berika
secara menyenangkan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar