Kesulitan murid dalam mengerti materi bisa dikarenakan berbagai
hal seperti :
1.
Materinya terlalu abstrak dan tidak sinkron
dengan pengalaman hidupnya sehari-hari. Anak yang tidak memiliki budhe atau
tante di kehidupan nyatanya akan kesulitan menerima bahwa ‘bibi adalah adik
perempuan Ibu’. Waktu anakku mulai pelajaran tentang keluarga, ditanya ibu perempuan ayahnya disebut ..., dia jawab Uti!!! Kalau bisa dekatkan sebisa mungkin dengan kehidupan sehari-harinya dan membawa benda yang bisa mereka amati dan pegang. Primary resources is a must. Untuk penambahan dan pengurangn pake biji-bijian. Keluarga pake foto keluarga.
2.
Murid tidak menemukan pentingnya materi itu
dalam hidupnya. Seperti apa gunanya ia belajar tentang keluarga atau
macam-macam agama. Karena kebanyakan anak-anak masih berpusat pada dirinya
sendiri, maka ia harus mengetahui pentingnya mempelajari suatu hal. Dan hal ini pas banget kalau disampaikan pada awal-awal kelas baru atau bulan pertama memasuki kelas 1.
3.
Guru memberikan materi seperti menuangkan air
dari teko dengan tidak melihat cangkirnya sudah terlalu penuh atau belum. Ini dia sindrom guru dikejar-kejar KD (bagi yg belon tahu, Kompetensi Dasar). Nah ketika menyampaikan materi yang harus dilakukan adalah :
1. Bangkitkan dulu rasa ingin tahu mereka. Jangan masuk, langsung perintah buka halaman bla-bla-bla, dan ngoceh ga karuan, sedangkan murid otaknya belum ready. Pemanasan itu penting, temanku, bukan cuma waktu olah raga fisik. karena pengetahuan baru itu adalah olah raga otak. dimana setiap pengetahuan baru akan menambah ribuan neuron baru di otaknya.
2. Kalau bisa bawakan gambar atau benda asli yang bisa murid lihat, pegang , dan rasakan. Masih ingat pepatah "I experience and I remember"? Itu yg harus dipegang. Sebisa mungkin membawa tool yang mewakili materinya.
3. Perhatikan wajah-wajah tiap murid. ketika mereka sudah merasa 'penuh', akan terlihat dari hilangnya konsentrasi mereka. Maka potonglah materi dalam beberapa sesi. Bisa diselingi dengan permainan. Cangkir yang terlalu penuh tidak akan bisa menampung curahan air lagi, bukan?
4. Jangan memeriksa pemahaman dengan bertanya "Ngerti ga? Do you understand?" Oh no no no, a big fat NO. Memeriksa pemahaman bisa dengan meminta mereka menuliskan kesimpulan yang mereka dapat dari materi yang baru saja dijelaskan.
5. Mengecek pemahaman bukan hanya dari tes. Tes memang jalan yang paling mudah tapi bukan satu-satunya temanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar