Banyak yang menebak-nebak usia berapa seharusnya anak belajar membaca? Ada yg menyerahkan pada sekolah dan mengikuti arusnya.
Saya, sbg orang yg kurang lbh nerd, amat mementingkan hal ini. Bagi saya begitu anak bisa membaca sama seperti ia pertama kali bisa melihat. Begitu banyak yang dia bisa tahu dan dapat, dan tidak cuma dari sekelilingnya sja.
Di Indonesia, keterampilan membaca dimulai dengan mengeja. Saya aga tidak setuju dgn hal ini. Bagaimana seorang anak umur 3 / 4 tahun mengerti bahwa 'be' dan 'a' jadi 'ba', kenapa ga jadi 'bea'? Nah, jadilah saya mengajarkan anak saya langsung per suku kata. Tidak per huruf.
Anak pertama saya mulai sekitar umur 3 tahun, ketika dia mogok dari sekolahnya di playgroup. Saya menggunakan salah satu buku yang lgsg memperkenalkan per suku kata. Bukunya bernama abacaga. Bentuk2 tulisan di halamannya spt di bwah ini
Ternyata cukp berhasil dan di tengah tk A dia sudah cukup lancar membaca. Sy sempat berpikir apa minat membacanya terpupuk karena waktu bayi saya rajin memperlihatkan kartu2 nama benda seperti yg dianjurkan glenn doman?
Dugaan ini sedikit dikuatkan ketika adiknya, yg tidak dilatih dgn kartu glenn doman, memiliki minat membaca lebih rendah.
Sy mulai dgn buku yg sama disaat adek berumur 3.5 thn dan sampai 4 thn blum bs mendapatkan konsep membacanya. Dia hanya meniru apa yg saya ucapkan tetapi blum bisa mandiri dlm membaca.
Ketika kakaknya masuk ke sd islam, dia diajarkan mengaji dgn metode ummi. Maka, sy mengadaptasinya untuk adek belajar membaca. Hasilnya menjadi lembaran spt di bwh ini.
Membacanya lebih percaya diri tetapi.masih kesulitan mengerti kalau 'ba' dibaca ba, bukan ba dan a. Jadi adek blum bisa mengerti ttg suku kata. Lalu, sy melihat klo dia sgt suka mewarna dan menggambar. Jadi, knp tidak memisahkan per suku kata dengan spidol warna-warni?
Pertama kali dia melihat lembaran yg baru ini, matanya sudah berbinar. Ok, kt hati sy, i'm on the right track. Dan kita coba membacanya. Hasilnya? ???
SUPER!!! Sy hanya perlu memberi tahu suku kata yg baru (dii hal. ini adalah ca) dan dia bisa melanjutkan membaca sampai kata gabungan terakhir. Selesai membaca, seperti biasa saya memeluk dan menciumnya, tapi kali ini senyumnya merekah sangat lebar karena tahu dia sudah berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar